Reog Ponorogo Indonesia Tarian Barongan Malaysia
Apa bedanya coba ? Siapa yang 'mencontek' siapa neh ?***
Seorang teman membuat saya tersentak hari ini, "Njie, budaya kotamu diambil Malaysia."Kalimat diatas membuat saya langsung berfikir keras ? "Budaya kotaku ?" "Iya, Reog Ponorogo itu lho ?"
Kemudian dari link yang diberikan oleh teman saya tersebut, saya mulai menelusuri satu per satu hingga sampai di sebuah bagian yang judulnya Tarian Barongan.
Silahkan Anda mengikuti langkah saya masuk ke website Kementerian Kebudayaan, Kesenian, & Warisan Malaysia : http://www.heritage.gov.my/>> Kesenian >> Tarian >> Tarian Tradisional Melayu >> Tarian Barongan (option ke lima dari atas)
Anda akan disuguhi kata-kata seperti ini :
Barongan menggambarkan kisah-kisah di zaman Nabi Allah Sulaiman dengan binatang-binatang yang boleh bercakap. Kononnya, seekor harimau telah terlihat seekor burung merak yang sedang mengembangkan ekornya. Apabila terpandang harimau, merak pun melompat di atas kepala harimau dan keduanya terus menari. Tiba-tiba Pamong (Juru Iring) bernama Garong yang mengiringi Puteri Raja yang sedang menunggang kuda lalu di kawasan itu. Pamong lalu turun dari kudanya dan menari bersama-sama binatang tadi. Tarian ini terus diamalkan dan boleh dilihat di daerah Batu Pahat, Johor dan di negeri Selangor.
Kontan saya terperanjat ! Dari fotonya saya yakin betul bahwa itu mirip sekali dengan kesenian dari kota kelahiran saya, Ponorogo - Jawa Timur. Saya lahir dan besar di Kota Reog ini. Saya hafal setiap bentuk dari Reog, riwayat dan asal-usul kesenian yang juga menjadi simbol dari Propinsi Jawa Timur ini.
Silahkan kunjungi website kota Ponorogo, dan Anda akan disuguhi tampilan dari Reog yang mirip dengan Tarian Barongan dari Malaysia ini >> http://reog.ponorogo.go.id/
Menurut cerita kelahiran kesenian Reog dimulai pada tahun saka 900. Dilatarbelakangi kisah tentang perjalanan Prabu Kelana Sewandana, Raja Kerajaan Bantarangin yang sedang mencari calon Permaisurinya. Bersama prajurit berkuda, dan patihnya yang setia, Bujangganong. Akhirnya gadis pujaan hatinya telah ditemukan, Dewi Sanggalangit, putri Kediri. Namun sang putri menetapkan syarat agar sang prabu menciptakan sebuah kesenian baru terlebih dahulu sebelum dia menerima cinta sang Raja. Maka dari situlah terciptalah kesenian Reog.
Bentuk Reog pun sebenarnya merupakan sebuah sindiran yang maknanya bahwa sang Raja (kepala harimau) sudah disetir atau sangat dipengaruhi oleh permaisurinya (burung merak).
Biasanya satu group dalam pertunjukan Reog terdiri dari seorang Warok Tua, sejumlah warok muda, pembarong, penari Bujang Ganong, dan Prabu Kelono Suwandono. Jumlahnya berkisar antara 20 hingga 30-an orang, peran sentral berada pada tangan warok dan pembarongnya.
Tulisan Reog sendiri asalnya dari Reyog, yang huruf-hurufnya mewakili sebuah huruf depan kata-kata dalam tembang macapat Pocung yang berbunyi: rasa kidung/ingwang sukma adiluhung/Yang Widhi/olah kridaning Gusti/gelar gulung kersaning Kang Maha Kuasa.
Penggantian Reyog menjadi Reog-yang disebutkan untuk "kepentingan pembangunan"- saat itu sempat menimbulkan polemik. Bupati Ponorogo Markum Singodimejo yang mencetuskan nama Reog (Resik, Endah, Omber, Girang gemirang) tetap mempertahankannya sebagai slogan resmi Kabupaten Ponorogo.
Alur cerita pementasan Reog yaitu warok, kemudian jatilan, Bujangganong, Kelana Sewandana, barulah barongan atau dadak merak di bagian akhir. Ketika salah satu unsur di atas sedang beraksi, unsur lain ikut bergerak atau menari meski tidak menonjol.
Reog modern biasanya dipentaskan dalam beberapa peristiwa seperti pernikahan, khitanan dan hari-hari besar Nasional. Seni Reog Ponorogo terdiri dari beberapa rangkaian 2 sampai 3 tarian pembukaan. Tarian pertama biasanya dibawakan oleh 6-8 pria gagah berani dengan pakaian serba hitam, dengan muka dipoles warna merah. Para penari ini menggambarkan sosok singa yang pemberani. Berikutnya adalah tarian yang dibawakan oleh 6-8 gadis yang menaiki kuda. Pada Reog tradisionil, penari ini biasanya diperankan oleh penari laki-laki yang berpakaian wanita. Tarian ini dinamakan tari jaran kepang, yang harus dibedakan dengan seni tari lain yaitu tari kuda lumping. Tarian pembukaan lainnya jika ada biasanya berupa tarian oleh anak kecil yang membawakan adegan lucu.
Setelah tarian pembukaan selesai, baru ditampilkan adegan inti yang isinya bergantung kondisi dimana seni Reog ditampilkan. Jika berhubungan dengan pernikahan maka yang ditampilkan adalah adegan percintaan. Untuk hajatan khitanan atau sunatan, biasanya cerita pendekar.
Adegan dalam seni Reog biasanya tidak mengikuti skenario yang tersusun rapi. Disini selalu ada interaksi antara pemain dan dalang (biasanya pemimpin rombongan) dan kadang-kadang dengan penonton. Terkadang seorang pemain yang sedang pentas dapat digantikan oleh pemain lain bila pemain tersebut kelelahan. Yang lebih dipentingkan dalam pementasan seni reog adalah memberikan kepuasan kepada penontonnya.
Adegan terakhir adalah singa barong, dimana pelaku memakai topeng berbentuk kepala singa dengan mahkota yang terbuat dari bulu burung merak. Berat topeng ini bisa mencapai 50-60 kg. Topeng yang berat ini dibawa oleh penarinya dengan gigi. Kemampuan untuk membawakan topeng ini selain diperoleh dengan latihan yang berat, juga dipercaya diproleh dengan latihan spiritual seperti puasa dan tapa.
Sumber : berbagai sumber
Sebagai masyarakat Ponorogo asli, jujur saya sedih dengan adanya berita ini. Sepertinya budaya asli Indonesia mulai diangkuti satu per satu oleh Malaysia.
Sejak kasus Sipadan-Ligitan, Ambalat, pemukulan wasit dan penyiksaan TKI kita di Malaysia, Pematenan lagu Rasa sayange, Ilir-ilir, Indung-Indung, Si Jali-jali, batik, wayang, angklung, dll, saya pribadi sangat menyayangkan sikap Pemerintah Malaysia yang seolah-olah arogan terhadap bangsa serumpunnya, yakni Indonesia.
Indonesia ? Kapan Anda sadar akan imperialisme perlahan-lahan seperti ini ?  | ah, ditiru, mirip, sama, meniru, namanya serumpun, tetangga. wajar lah. kita bisa berbagi kok. dari dulu begitu kan?
tapiiii...
yang penting jangan diaku-akuin dan didaftarin hak ciptanya!!!!! |
 | kipaz wrote on Nov 6, '07 yaa malingsia lagee..gak bakal habis dech cerita nyontek dan maling memaling kalo itu negara belom kena ganyang!! bentar lagi juga itu situs kena hack..semua budaya kita ada disitu men..gila emang tu maling! kaga punya malu ngarang2 cerita segala kalee reog ponorogo pernah maen ke malaysia mbak, truz topengnya ketinggalan, jadi ya milik malingsia dech..secara mengakui segalanya getoo.. kaya 2 homo numpang ke bulan pake roket rusia diaku astronot padahal tourist space...kakakaka.. |
 | kipaz wrote on Nov 6, '07 btw mbak angie..dituliz dong diatas: yang pro malingsiah dilarang masuk kalo gak mau kena ganyang.. hihihihi.. |
 | hahahaha iya neh...............kalo mo laporin malingsiah kemana yak ? ke pos polisi terdekat kali ye :D |
 | btw mbak angie..dituliz dong diatas: yang pro malingsiah dilarang masuk kalo gak mau kena ganyang.. hihihihi..  |
 | yaa malingsia lagee..gak bakal habis dech cerita nyontek dan maling memaling kalo itu negara belom kena ganyang!! bentar lagi juga itu situs kena hack..semua budaya kita ada disitu men..gila emang tu maling! kaga punya malu ngarang2 cerita segala kalee reog ponorogo pernah maen ke malaysia mbak, truz topengnya ketinggalan, jadi ya milik malingsia dech..secara mengakui segalanya getoo.. kaya 2 homo numpang ke bulan pake roket rusia diaku astronot padahal tourist space...kakakaka..  |
 | kipaz wrote on Nov 6, '07 tuh liat mbak manise udah siap ama pestol..siaaap ganyaaang malingsiah!!! |
 | tuh liat mbak manise udah siap ama pestol..siaaap ganyaaang malingsiah!!!  |
 | isi sitenya keren juga tuh wkwkwk  |
 | kok pemerintah Indonesia adem ayem wae yah T_T. masa ga sadar sie kalo budayanya diangkuti satu2 ? |
 | Sejak kasus Sipadan-Ligitan, Ambalat, pemukulan wasit dan penyiksaan TKI kita di Malaysia, Pematenan lagu Rasa sayange, Ilir-ilir, Indung-Indung, Si Jali-jali, batik, wayang, angklung, dll, saya pribadi sangat menyayangkan sikap Pemerintah Malaysia yang seolah-olah arogan terhadap bangsa serumpunnya, yakni Indonesia.  Ditambah lagi....
- Kayu2 di Kalimantan yg habis "dimakan" mereka (segelintir orang). Bisa berdampak global warming, and tetep,, Indonesia jg bisa kena getahnya.
And sebagai "hadiah" dari mereka, kena deh Bali sasarannya. Siapa otak dari kasus tsb? Yup betuulll,,,Dr Azahari and O iya,, Mariot jg kena sasaran tuw,,,,Noordin Mohd Top. Dari mana siy mereka? Mana lageeeeh... #-o 2 orang itu aja udah bisa bikin kita jd bangsa yg terkenal dengan teroris-nya.
Entah apa mau mereka.
Fuih,,, politiiik,, politik.. #-o. |
 | kipaz wrote on Nov 6, '07 bener tuh yang paling parah jadinya negara kita masuk blacklist teroris gara2 tuh malingsiah!! gak abis2 mau ambilin aset2 kita, makanya gw sering banget ngomong ama anak2 malingsiah..: "udah pindah jadi WNI aja luh..biar lo punya semua, gak perlu mencuri lagi, gak bikin banyak dosa, beban emang jadi warga negara kecil hoby klepto.." |
 | manise wrote on Nov 6, '07, edited on Nov 6, '07 pertanyaannya : kenapa azhari & the genk tidak ngebom kedutaan australi danhotel marriot di maling apa tadi namanya? ooo malingsiahul tapi ngebom di jakarta ? yang rugi kan indonesia, padahal yang punya musuh die pade...   |
 | lha kalo ngebom di negaranya ndiri kan yg kena sodaranya T_T. jadinya pindah ke Indonesia tercinta degh hiks hiks |
 | http://www.heritage.gov.my/ <<<< Ya ampuuuuun,,, ini web isinya kok Indonesia banget yah. #-o Segala ada - Kulintang (padahal di Indonesia dikenal Kolintang) - Gamelan - Angklung - Suling - Bedug - Gong - Tari lilin - Tari piring
Whalah,,whalaaah,,, web bagus niy. :D Yooo,,,kenali kebudayaan kita masing2 di situ.... ;))
|
 | wkwkwk  sekarang coba masuk ke websitenya departemen kebudayaan Indonesia T_T. musti nangis apa ngelus dada tuh................. |
 | kipaz wrote on Nov 6, '07 emang gila tuh malaysia..lebih gila lagi kalo kita ngeliat orang indonesia sendiri yang bilang itu gak apa2..mereka juga berhak make..sinting gak tu men?! |
 | f4jar wrote on Nov 6, '07 wahahaha,.,..,link gua yg kemarin nemu,..,:) |
 | jadi inget pesen bang napi neh : kejahatan terjadi bukan karena ada niat jahat, tapi karena ada kesempatan
jadi ............. WASPADALAH ......... WASPADALAH !!!!!!!!!
sekarang ambil budaya, besok ape lage ye ?? ckckckck |
 | ("Anda akan disuguhi kata-kata seperti ini :
Barongan menggambarkan kisah-kisah di zaman Nabi Allah Sulaiman dengan binatang-binatang yang boleh bercakap. Kononnya, seekor harimau telah terlihat seekor burung merak yang sedang mengembangkan ekornya. Apabila terpandang harimau, merak pun melompat di atas kepala harimau dan keduanya terus menari. Tiba-tiba Pamong (Juru Iring) bernama Garong yang mengiringi Puteri Raja yang sedang menunggang kuda lalu di kawasan itu. Pamong lalu turun dari kudanya dan menari bersama-sama binatang tadi. Tarian ini terus diamalkan dan boleh dilihat di daerah Batu Pahat, Johor dan di negeri Selangor.")
Itu mengikut kata mereka dan dari apa yang dikatakan sudah jelas yang tarian itu bukan Malaysia yang punya .......cuma ianya terus diamalkan
Dan sekiranya ia diclaim diambil dari Indonesia ya......terpulang....kerana ia tidak menyatakan yang ianya Malaysia..cuma diamalkan tapi kalau Malaysia tak amalkan mungkin issue ini tak keluar dan orang semua tidak tahu menilaikan tarian ini.........apa inji satu keslalahan untuk diamalkan nasib baik zikir tak di klaimkan ...... |
 | kipaz wrote on Nov 6, '07 semua gak bakal resah pakcik kalo malay di page itu menyebutkan kalo kebudayaan ini dari berasal dari Indonesia dan kami malay ingin juga mengamalkan.. pasti gak bakal ribut..tapi kalo arogan jelas2 make buat kepentingan komersil..please dunk pakcik..coba posisiin kalo budaya malay (sayangnya malay gak punya budaya nich) dipake tanpa izin buat kepentingan komersil dan dihilangkan sejarah/asal muasalnya..apa rasa kau pakcik..be gentleman laa..lihat situasi sebenarnya kalau malay suka tipu2 sejarah.. |
 | kipaz wrote on Nov 6, '07 pakcik sekedar kasi tau aje niyy, kalo mau reply jawaban seseorang,
>klik tulisan reply yg ada disebelah kanan >kalau seluruh kalimat mau direply, disitu nanti ada kotak, klik buat kasi tanda mau direply semua >kalo mau beberapa kalimat saja yg direply, block dan klik kotak buat kasih tanda mau reply..
jangan tersinggung ye pakcik, sekedar ngasi tau aje daripada copy paste dan ngedit lagi kan capek..kasian gw.. |
 | Naaaaah ini baru namanya diskusi. Ada pro and kontra ( walaupun yg kontra cuma 1 ). Saling adu argumen / apalah bahasa di sini cuap2 itu .
BTT ..... Sekali lagi dipertegas ke cityofanjie,,,, bukan dipatentkan, tapi membuat image di mata dunia seolah2 budaya itu datang dari negaranya, tanpa mengkonfirmasi daerah asal budaya tersebut. Kalo dibilang sama, bisa aja,,, tapi apa iya, yg namanya budaya bisa dipatentkan?
Tanpa konfirmasi itulah yg membuat rakyat Indonesia merasa diremehkan. Sehingga muncul sifat benci terhadap Negara Malaysia.
Sementara itu dulu,,, ada yg laen? |
 | itu sih jelas2 nyontek . . . pake ga ngaku lageee . . . . . yg sperti2 ini banyak di site http://www.malingsia.com/ngaku ajaaaa . . . . sebaiknya qt mesti cepat meberikan hak paten ke seluruh warisan leluhur . . . dari pakaian kebaya sampe alatmusik . . . hohohohohoho . . . . ^_^ v |
 | Kasus begini kan bukan cuma terjadi belakangan. Harusnya Indonesia belajar dari kasus paten teh kemas dan tempe yang diklaim Jepang. Nyatanya? Gak ada tindakan sama sekali. Perlindungan HAKI di Indonesia lemah sekali, Cobalah kita menempatkan diri sebagai satu keluarga Asia Tenggara, dengan kakak beradik Indonesia, Malaysia, Thailand, Philippine ...Orang tua kita punya tanah luas, subur, dengan berbagai macam harta benda yang gak ada surat2 reminya. Nah, karena si kakak tertua gak peduli dengan segala urusan seperti itru, akhirnya si adik (Malaysia) berinisiatif untuk mengurusnya. Karena usaha & biaya yg dikeluarkan olehnya, ya ... tentunya surat2 resmi itu keluar atas nama dirinya. Yah ... sebetulnya saya juga kecewa dengan kondisi ini, tapi mau gimana lagi? Mau teriak2 ganyang Malaysia? Sadarlah, kita harus banyak belajar dari saudara muda tetangga kita itu. |
 | ya kalo cuma satu dua org Indonesia masih bisa tahan bro...........tapi kalo hampir semua budaya kita dipatenkan ma Malaysia itu namanya bukan lagi seorang 'adik' yg ngurus apa yg kakaknya ga bisa ngurus :p. itu jelas udah ngarah ke metode penjajahan model baru ! |
 | http://www.heritage.gov.my/ <<<< Ya ampuuuuun,,, ini web isinya kok Indonesia banget yah. #-o Segala ada - Kulintang (padahal di Indonesia dikenal Kolintang) - Gamelan - Angklung - Suling - Bedug - Gong - Tari lilin - Tari piring
Whalah,,whalaaah,,, web bagus niy. :D Yooo,,,kenali kebudayaan kita masing2 di situ.... ;))  inget kata adi kita ini satu rumpun jgn menyalahkan malaysia mulu hieheieiie.... jelas² malaysia itu pengen banget memiliki negara indonesia.. secara negara mereka kecil... |
 | pantesan aja dulu Bung Karno pernah bilang, GANYANG MALAYSIA!!!!! |
 | kipaz wrote on Nov 6, '07 sori niyy agak2 gak nyambung..ada yg tau postingan nasionalis imperialis ujanglis kemane yee? kok ngilang..secara orang sedunia MP lagi pada numplek disitu..WAAKAKAKKAAAAA |
 | f4jar wrote on Nov 6, '07 |
 | apa seppppppppppp bro? :D. apa tuh ... is is is is ... disebut ? |
 | kipaz wrote on Nov 6, '07 ityu lohh..postingan sang pemerhati page orang..page lu ada lagu daerahnye kagak?kalo gak ada masuk daftar list imperialis entar..kaakakkaaak |
 | f4jar wrote on Nov 6, '07, edited on Nov 6, '07 ekekkeekkeekek,.,..,.,:)),.,.,.postingannya kok ilang,.,.., |
 | f4jar wrote on Nov 6, '07 lagu baon cikadap ane ama gita gutawa nggak diliat k-li yakk.,,.,.:) |
 | belajar apa mas dari malingsia? belajar maling atau belajar ngambil alih kebudayaan orang lain? haruskah dengan adanya pengambilan budaya ini, maka indonesia harus mengeluarkan surat resmi/cap/paten kan seluruh budayanya dari A-Z??! wah mas, budaya kita ini seabrek, masa harus dipatenkan semua, lebih baik uangnya kan buat rakyat yg gak bisa makan..dan cuma malingsia yang bisa melakukan pencurian kebudayaan..ada pernah dengar negara lain mengambil budaya tetangganya??  emberr... budaya indonesia itu kan segambreng!! ya bangkrut lah kalo satu2 dipatenin.. lagian menurut gw mah konyol budaya kok dipatenin!! yang pantes dipatenin tuh kayak obat penyakit aids, obat kanker, dll ini kok budaya yang dipatenin.. lagian budaya itu kan banyak yang akulturasi sama budaya lain, kayak india, arab, china, dll.. yah kalo yang ngerasa cuma "dikirimin" budaya sama negara tetangga (maksutnya kayak orang padang hijrah ke penang trus bawa2 rendang kesana, orang jawa ke malaysia sambil bawa gamelan dan batik, dll) ya gak usah dipatenin lah.. lah bukan dia juga yang nemuin!! makanya kreatif dikit dong.. jangan bisanya nyaplok punya orang. |
 | kipaz wrote on Nov 6, '07, edited on Nov 6, '07 ya uda yook sekarang kita NGAKAK dulu DISINI |
 | udah baca the secret blum?? kayaknya ada baiknya kita stop ngomongin malaysia, kalo kita tetep ngomongin malaysia, bakal gak ada abisnya mereka nyolong dari kita.. mendingan kita fokus sama Indonesia ajah.. fokus biar Indonesia bangkit dan maju!! beneran dehhhh... |
 | kipaz wrote on Nov 6, '07 NYANYI DULU YOK DISINIeh yang pro malingsiah kaga usya liat dee.. |
 | Orang Jepang pun masih mau mengakui kalo tempe adalah asli dari Indonesia, Jepang cuma membuat lisensi ttg bahan [bakteri] pembentuk tempe. jepan menyebutnya "tempeh" >> secara internasional disebut begitu. Wahai, tetanggaku terdekat. Lihatlah dunia, semua yg tak bisa kau cipta, kemudian kau aku sebagai milik mu. EMANGNYA MANCING DI LAUT INTERNASIONAL ??? APA AJA BISA DIAKU MILIK PENEMUNYA !!!! Instighfar lah, insyaflah jadi bangsa Malingsya. Kamu tau sejarahnya, asal usulnya SANGAT JELAS >>>> ASLI INDONESIA KALO NGAJAK PERANG, YA PERANG AJA SEKALIAN |
 | adianfuadi wrote on Nov 6, '07, edited on Nov 6, '07 Naaaaah ini baru namanya diskusi. Ada pro and kontra ( walaupun yg kontra cuma 1 ). Saling adu argumen / apalah bahasa di sini cuap2 itu .
BTT ..... Sekali lagi dipertegas ke cityofanjie,,,, bukan dipatentkan, tapi membuat image di mata dunia seolah2 budaya itu datang dari negaranya, tanpa mengkonfirmasi daerah asal budaya tersebut. Kalo dibilang sama, bisa aja,,, tapi apa iya, yg namanya budaya bisa dipatentkan?
Tanpa konfirmasi itulah yg membuat rakyat Indonesia merasa diremehkan. Sehingga muncul sifat benci terhadap Negara Malaysia.
Sementara itu dulu,,, ada yg laen?  jawaban yang cukup edukatif pemerintah harus memperbaiki konsep budaya dulu jangan udah di sedot baru timbul ide teriak2 membabi buta dan kitapun kadang gak paham apa itu budaya dan hak paten trus asal nyerosos macam orang bodoh.
setelah semua tersedot kita hujat malaysia apa gak malu?
mengenai hakcipta lagu daerah gapain gusar saya yakin tiap2 daerah udah punya rekaman lagu2 daerahnya dalm bnetuk kaset yang juga lengkap denagn tulisan hak cipta di isi covernya. jadi kalaupun maysia ngaku lagu dia kita tetap punyabukti hukum yang kuat. dan duniapun gak sebodoh itu pasti mereka tau.
saya jadi geli sendiri nih rasanya menghujat malaysia seperti menghujat diri kita sendiri
contoh orang tua gak meproteksi anak2nya dan di biarkan saja bergaul bebas tampa aturan datang temannya mengajak si anak ke tempat2 maksiat keluarganya tau kemudian semua keluarganya memarahin teman sianak itu. sekarang siapa yang tolol? pake otak dong jangan nasionalis membabi buta gitu malu kalu dunia sampai bilang kita bangsa yang bodoh
saya bukanya mau mendukung malaysia atau setuju di sedot budaya kita tkenapa budaya kita bisa di sedot bangsa lain seenaknya karena negara kita kurang perhatian dengan budaya kita yang cukup banyak begitu juga dengan pulau2 kita banyak di caplok konsep daerah teritorial kita masih rancu begitu kalau ada yang caplok baru berpikir dan buat ide2 seperti kasus ambalat.
boleh gak suka maysia tapi gak usah maniak gitu lo malu bro....
|
 | kasus ini sebenarnya masalah harga diri bangsa indonesia yang bangga keragaman budayanya merasa tersingung dan marah budayanya di curi sebaliknya amerika dan ingris gak marah2 kita contoh budayanya atau kita ciplak lagu2 musisi dan band2 negara mereka lagu rock rock itu punya orang inggri tapi gak pernah ribut bilang sam dunia kalu aliran musik rock pertama dari inggris |
 | orang indonesia marah kalau kita pegang kepalanya tapi bangsa lain gak marah kita pegang kepalanya karena letak harga diri itu memang beda2 dan persepsinya juga pasti beda itulah sebenarnya budaya |
 | jika ada negara lain me adopt budaya kita mengapa kita mesti marah justru bangga dong
di aceh ada tarian yang di adopt dari seni tari bangsa turki dan ketika tsunami banya NGO dari turki bantu aceh juga red cross mereka ada juga. ketika melihat kesenian bangsa aceh mirip degan kesenian mereka .mereka malah senang dan bangga karena kesenian mereka bisa berkembang sampai ke aceh dan latar belakang dulu kerajaan aceh juga punya hubungan diplomatik denagn kerajaan turki bahakan pernah sultan iskandar muda mengirim pasukannya membantu turki dalam perang melawan musuhnya.
ada juga seorang sarjana turki membuat tesis tentang budaya aceh. dia menulis hal2 positif tentang budaya aceh yang punya hubunagn sejarah dengan turki
ini contoh yang nyata tenatng nilai sebuah budaya di mata dunia yang global |
 | so gak usah maniak dung hari gini masih bego! |
 | psssttt... semua sudah pada tidur... besok aja baru lanjut lagi yaa.... percuma ....soalnya lagi pada mimpi...good nite :) |
 | adianfuadi wrote on Nov 6, '07, edited on Nov 6, '07 
macam reog tuh kan adopt dari budaya cina kalau di filem jet lee tuh jagonya main barongsai di ciplak indonesia jadi reog so napa orang cina gak pernah ribut keseniaannya kita adopt |
 | di masyarakt jawa ada sejajian2 buat nolak bala itukan budaya masyakat hindu india kenapa mereka gak marah padahal orang islam masih ada juga pecaya gituan:( |
 | kipaz wrote on Nov 6, '07 men lu coba liat dunk bedanya negara lain dan malingsiah dalam menjiplak/make..
orang perancis, inggris, jerman juga makan pizza dan spaggeti hampir tiap ari tapi mereka gak pernah bilang spaggeti asal dari negara mereka..tetep spaggeti punya itali..
orang inggris juga musisinya mulai ngerap ( artis lady sovereign) turki juga mulai ngerap (artis bushido) tapi gak pernah bilang budaya ngerap milik mereka..tetep milik afro-amerika
mereka gak pake ngerubah2 sejarah ato ngaku2 itu budaya milik mereka, sekedar mengembangkan..nah lain persoalan dunk ma malingsiah..mereka itu bukan cuma bilang mengembangkan tapi juga membuat sejarah/cerita baru dengan menghilangkan embel2 indonesia.. |
 | kipaz wrote on Nov 6, '07, edited on Nov 6, '07 |
 | kipaz wrote on Nov 6, '07 ye syukur dech kalo lo juga bisa mikir kesitu.. phobia siyy kagak cuman alergi men..alergi mo ngeganyang..!!
yg jadi masalah kalo kita biarinin aje..kalo jagoan website kagak bikin protes2..anak muda dan dunia bisa kagak tau..dan kelelep dech sejarah budaya indonesia..dan malingsiah tambah enak2kan bikin sejarah baru.. |
 | adianfuadi wrote on Nov 6, '07, edited on Nov 6, '07 "ganyang malaysia"...tuh kan bahasa anak SD |
 | kipaz wrote on Nov 6, '07 salut kamu peduli sama budaya kita tapi penyapaiannya yang edukatif dung orang pasti menghargai keprihatinan kamu bahkan kasih support tapi kayak ginian bisa malu bro. km bilang mereka bodo malah dunia bilang kita yang bodo  kalo dunia ngerti bhs indonesia, bhs gaul gw gak keluar men..yg ada bhs formalitas..*gubrax |
 | adianfuadi wrote on Nov 6, '07, edited on Nov 6, '07 udah deh kipas gak udah di kipasin lagi lagi pula mayoritas masyarakat indonesia nampak cuek2 aja masalh ini mereka kayaknya lebih ngerti dari kita yang kritis tentang duduk persoalan masalah budaya ini ya gimana mau marah saudara kandung kita sendiri yang ambil masak marah sih hehehehe udah ya nanti debat kusirnya jadi panjang gak berujung keep the frend :) |
 | kipaz wrote on Nov 6, '07 lagi pula mayoritas masyarakat indonesia nampak cuek2 aja masalh ini mereka kayaknya lebih ngerti dari kita yang kritis tentang duduk persoalan masalah budaya ini ya gimana mau marah saudara kandung kita sendiri yang ambil masak marah sih hehehehe udah ya nanti debat kusirnya jadi panjang gak berujung keep the frend :)  darimane masyarakat indonesia cueekk? yg kaga pernah baca koran, majalah, internet society mungkin iyaa..dari pejabat, orang kantor, mahasiswa (woo jangan ditanya yg atu ini), adek gw yg SD rumpiannya malingsia meen..
malay bukan sodara kandung qita2 tuch..so what?!
keep the friend too men..jaga budaya aceh jangan sampe diembat juga ma maling..hihihi |
 | Adian, saya ngerti perasaan kamu yang bela malaysia dengan alasan seagama. tapi kalo bilang orang Indonesia cuek saja kamu keliru...pemerintah sedang marah2nya tu saat ini...liat saja yang bela malaysia di forum ini bisa dihitung dengan jari tangan sebelah dengan alasan yang sama : seagama. satu hal yang positive dari kamu adalah, kamu itu argue masih dalam batas topic, kamu tidak membabi buta serang pribadi seseorang seperti orang yang kalah perang :) udah ah, masih pagi belom idup bener nih, ntar ngaco lagi ngocehnya, lagi ngupih dulu...:) OK met kerja yaa
|
 | waaaaaaaaaa, masa Reog Ponorogo adopsi dari Barongsai Cina ? Weleh2 bro..............
gw protes neh sebagai masyarakat Ponorogo. it's very different. kalo mo bukti, lihat pas pementasan Barongsai dan Reog Ponorogo diatas panggung yg sama. jalan ceritanya aja beda, jenis musik yg dipake beda, gerakan tari beda............sama darimane ? sama-sama punya gerakan akrobatik kali ya ? tapi itu tetep ada beda. berat Reog antara 40 - 60 kilogram. apa Barongsai seberat itu ?
cek and ricek juga sebelum kebanyakan cuap2.
|
 | leyaa wrote on Nov 6, '07 ye...orang dah cuap-cuap, protes sana sini koq di bilang cuek se mas, piye to.... kalo hanya adopt se ngak masalah kalo dah merubah niai asli dari sebuah kebudayaan tu nggak bisa di biarkan apalagi kalo sampe di patenkan. Pemerintah indonesia harus lebih tegas menanggapi masalah ini, ini menyagkut harga diri bangsa.... stop maling de... |
 | bisa makan beling juga gag barongan dari negara itu? |
 | tampa baca lagi...... "cape deh ngurus yg ginian..." |
 | budaya indonesia banyak yg didatangkan dari India, baca sejarah... DUNG...! juga dari Cina dan Arab... |
 | ngurus kampung sendiri aja belum bisa, apa lagi ngurus negara.... |
 | Forum I like Discussin = Forum I like Penghujatan... = I like omong doang... |
 | Ada yang teriak nasionalis tapi ada yang teriak dasar maniak.
Teriak-teriak kalo udah disedot dibilang bodoh dan harus malu, tapi kalo memagari dibilangnya....... maniak lagi en plus bodoh yang membabi buta.
Akulturasi dibilang menjiplak? (no comment tapi baca lagi deh buku antropologi/IIBD/semua teori budaya), copy budaya barat di bilang jiplak padahal itu neo kapitalisme yang berbau duit. Tapi kenapa gak dibilang maniak (en bodoh)?
NB: Cape deehhh...... |
 | Kerajaan hindu mataram awalnya bernama Kalinga, Kerajaan ini merupakan pelarian dari Raja-raja Kalinga di India selata. sebagian menyebar ke asia tenggara karena dikalahakan oleh Raja Asoka yg beragama Budha... (not0n tuh videonya keren). Sebagian mereka mendarat di Filipina...dan beberapa tempat lainnya. sampai sekarang masih ada tanah Kalinga di P. Luzon. dan tutunan di Jawa sering disebut orang Keling.... karena warnanya hitam..
Jadi kalau lihat orang jawa yg agak hitam, mereka ini turunan dari India... dari India mereka bawa kebudayaan mereka termasuk wayang, dan juga tehnik bangunan dan alat-alat budaya lainnya...
Kenapa mereka menyebar dibeberapa tempat, tidak langsung ke Jawa semua, karena dulu belum ada pesawat Garuda yg terbang kesana. Karena perahu dahulu masih kecil-kecil, jadi selama perjalanan mencari tanah baru mereka terpisah-pisah.
Itu sebabnya beberapa kebudayaan ada kemiripan... walaupu memang ada juga kebudayaan yg dikembangkan kemudian, walaupun sebenarnya mereka sudah memiliki juga sebelumnya dengan nama yg berbeda.. karena memang asal mereka sama-sama satu moyang.
Budaya jawa banyak datang juga dari Cina, konon nenek moyang kita datang dari Yunan di cina selatan. Kalau lihat peta sebelum nyampe indonesia (Sunda Besa dan Sunda Kecil), nenek kita tuh berak dulu di malaysia.. karena sakit perut terlalu lama perjalanannya... waktu berangkat ada yang ketinggalan beberapaa di Malaysia, karena mencretnya parah banget.... Katanya mereka akan nyusul, tapi karena keasikan nongkrong.. akhirnya mereka malas berlayar takut mabuk laut. Jadi menetaplah mereka disana dengan segala peralatan yg mereka bawa... (dulu belum ada batik, angklung, barong, dllnya) [sekedar ilustrasi biar mudah dicerna]
Selain dari Arab penyebaran agama Islam juga datang dari Cina, ini tidak lepas dari orang sunda turunan Arab, Syarif Hidayat Tulah, yang memperistri putri Cina... dan juga peran beberapa wali yang berasal dari Cina... baca sejarah Walisongo.. perkawinan dengan putri Campa (Kamboja)--- cek lagi deh, gue buka sejarawan..
Nah lewat para ahok-ahok pengikutnya ini kebudayaan Cina ikut diperkenalkan dan memang terjadi akulturasi budaya. Dikawinkan tuh budaya-budaya itu, dan lahir lah beberapa budaya yang baru dan mirip dengan budaya didaerah lainnya.
Jauh sebelum Islam masuk di nusantara, agama Hindu berkembang dengan pesatnya di Malay Archipelago ini.... dan Hindu di kepulauan ini berbeda dengan apa yg ada di India.. Hal tersebut di tuangkan dalam tulisan Tagore (bukan Tigor) pujangga India saat berkunjung ke asia tenggara :"aku melihat candi dimana-mana, tapi mereka bukan Hindu India, mereka berbeda dengan kita". == baca Lonly Planet Indonesia. Jadi dapat dilihat kalau budaya Hindu tersebut sudah berkembang dengan alam budaya setempat.
Nah waktu islam masuk, terjadi lagi creativitas budaya... dari wayang kulit dibuat wayang golek... Siar islam dilakukan dengan pendekatan budaya bukan dengan pedang atau perang salib... dibuatlah tari-tarian juga. Kalau nonton karcisnya cukup kalimat sahadat, dan approach ini sukses besar... hingga Majapahit (simbol kerajaan Hindu terbesar saat itu) dapat di hancurkan... larilah mereka ke Bali dan Tengger (untuk masih Indonesia).
Kenapa sampai budaya ke Malaysia.... wah cari saja dehhh... ada kerjaaan Malaka, Johor, Sriwijaya... yang ada tali perkawinan juga dengan Majapahit. disana juga sama dengan Jawa ada hidup beberapa wangsa.
Belum lagi kerajaan Hindu yg paling tua di asia tenggara, Kutai Martadipura, abad ke-4 jauh sebelum Kalinga tiba.. dia sudah mendirikan kerajaan di Kalimantan. catatan sejarah mereka ini datang dari Campa (Kamboja)
Dan yang terakhir masuklah budaya barat lewat misi Salib.... dan ini paling dahsyat melindas semua budaya budaya yang ada. Semua bisa masuk disini.. Dia bisa berdiri sendiri dan bisa juga dicampur dengan budaya lokal yang ada. Dan inilah budaya yang paling exis di dunia... boleh dijiplak dan dihak-patenkan oleh siapapun yang berminat.
Dulu dalam nyanyian Islam tidak ada acapela sekarang sudah masuk acapela, choir jadi koor, piano dan organ yg diharamkan sebagian orang sudah makin diterima. angklung dan dan alat musik lainnya makin hilang pamornya. padahal di negri budaya barat ini alat-alat tersebut menjadi kreasi budaya yang unik. dan selalu mendapat aplaus dari penontonnya. bahkan mereka mendirikan sekolah musik dan budaya untuk budaya-budaya lokal ini. Luar biasa mereka ini.
JADI ADA APA DENGAN KITA, yg sering ribut-ribut....?
|
 | 'mirip' & 'sama persis' itu artiannya satu ga ya ? kalo Reog 'mirip' ma Barongsai masih masuk akal. kalo Reog 'mirip' apa 'sama persis' dengan Tarian Barongan ?
ckckckck.............perlu penajaman indra buat ngebedain neh ^o^ |
 | Akulturasi adalah suatu proses sosial yang timbul manakala suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu kebudayaan asing. Kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaannya sendiri tanpa menyebabkan hilangnya unsur kebudayaan kelompok itu sendiri. Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Akulturasiquestion : apakah Tarian Barongan Malaysia mengalami 'akulturasi' budaya dengan Reog Ponorogo Indonesia kalo bentuknya fisik saja SAMA PERSIS ! setau gw sie, kalo ambil punya orang trus itu bentuknya sama persis namanya 'plagiat', bahasa kasarnya 'nyuri atawa nyontek' bukan penyesuaian budaya dari yg asli ke yg baru........ ^o^ |
 | Tambahan, akulturasi itu dibawa oleh masyarakat asli kebudayaan (sebagai orang asing) ke daerah masyarakat setempat. Akulturasi budaya asing juga membutuhkan waktu untuk dapat bercampur/mencorak/dicorak budaya setempat. Namun bagaimana dengan kasus Malaysia? adakah catatan budaya yang menunjukan 'peristiwa' akulturasi tersebut? Kalo ada apakah bisa Malaysia mengkaim sebagai 'souce'nya? Selain itu pegerakan budaya tersebut dibawa oleh siapa? masyarakat asli dari kebudayaan tersebut atau orang Malaysia sendiri membawanya? Akhirnya malah terlihat asal angkut budaya dan dipaksakan menjadi 'Heritage'nya.
NB: Saya gak asal ikut-ikut lho! Apalagi latah..... Saya hanya mau 'sedikit repot' tuk memaparkan apa yang saya ketahui........ Yuk ah mari! |
 | Kerajaan hindu mataram awalnya bernama Kalinga, Kerajaan ini merupakan pelarian dari Raja-raja Kalinga di India selata. sebagian menyebar ke asia tenggara karena dikalahakan oleh Raja Asoka yg beragama Budha... (not0n tuh videonya keren). Sebagian mereka mendarat di Filipina...dan beberapa tempat lainnya. sampai sekarang masih ada tanah Kalinga di P. Luzon. dan tutunan di Jawa sering disebut orang Keling.... karena warnanya hitam..
Jadi kalau lihat orang jawa yg agak hitam, mereka ini turunan dari India... dari India mereka bawa kebudayaan mereka termasuk wayang, dan juga tehnik bangunan dan alat-alat budaya lainnya...
Kenapa mereka menyebar dibeberapa tempat, tidak langsung ke Jawa semua, karena dulu belum ada pesawat Garuda yg terbang kesana. Karena perahu dahulu masih kecil-kecil, jadi selama perjalanan mencari tanah baru mereka terpisah-pisah.
Itu sebabnya beberapa kebudayaan ada kemiripan... walaupu memang ada juga kebudayaan yg dikembangkan kemudian, walaupun sebenarnya mereka sudah memiliki juga sebelumnya dengan nama yg berbeda.. karena memang asal mereka sama-sama satu moyang.
Budaya jawa banyak datang juga dari Cina, konon nenek moyang kita datang dari Yunan di cina selatan. Kalau lihat peta sebelum nyampe indonesia (Sunda Besa dan Sunda Kecil), nenek kita tuh berak dulu di malaysia.. karena sakit perut terlalu lama perjalanannya... waktu berangkat ada yang ketinggalan beberapaa di Malaysia, karena mencretnya parah banget.... Katanya mereka akan nyusul, tapi karena keasikan nongkrong.. akhirnya mereka malas berlayar takut mabuk laut. Jadi menetaplah mereka disana dengan segala peralatan yg mereka bawa... (dulu belum ada batik, angklung, barong, dllnya) [sekedar ilustrasi biar mudah dicerna]
Selain dari Arab penyebaran agama Islam juga datang dari Cina, ini tidak lepas dari orang sunda turunan Arab, Syarif Hidayat Tulah, yang memperistri putri Cina... dan juga peran beberapa wali yang berasal dari Cina... baca sejarah Walisongo.. perkawinan dengan putri Campa (Kamboja)--- cek lagi deh, gue buka sejarawan..
Nah lewat para ahok-ahok pengikutnya ini kebudayaan Cina ikut diperkenalkan dan memang terjadi akulturasi budaya. Dikawinkan tuh budaya-budaya itu, dan lahir lah beberapa budaya yang baru dan mirip dengan budaya didaerah lainnya.
Jauh sebelum Islam masuk di nusantara, agama Hindu berkembang dengan pesatnya di Malay Archipelago ini.... dan Hindu di kepulauan ini berbeda dengan apa yg ada di India.. Hal tersebut di tuangkan dalam tulisan Tagore (bukan Tigor) pujangga India saat berkunjung ke asia tenggara :"aku melihat candi dimana-mana, tapi mereka bukan Hindu India, mereka berbeda dengan kita". == baca Lonly Planet Indonesia. Jadi dapat dilihat kalau budaya Hindu tersebut sudah berkembang dengan alam budaya setempat.
Nah waktu islam masuk, terjadi lagi creativitas budaya... dari wayang kulit dibuat wayang golek... Siar islam dilakukan dengan pendekatan budaya bukan dengan pedang atau perang salib... dibuatlah tari-tarian juga. Kalau nonton karcisnya cukup kalimat sahadat, dan approach ini sukses besar... hingga Majapahit (simbol kerajaan Hindu terbesar saat itu) dapat di hancurkan... larilah mereka ke Bali dan Tengger (untuk masih Indonesia).
Kenapa sampai budaya ke Malaysia.... wah cari saja dehhh... ada kerjaaan Malaka, Johor, Sriwijaya... yang ada tali perkawinan juga dengan Majapahit. disana juga sama dengan Jawa ada hidup beberapa wangsa.
Belum lagi kerajaan Hindu yg paling tua di asia tenggara, Kutai Martadipura, abad ke-4 jauh sebelum Kalinga tiba.. dia sudah mendirikan kerajaan di Kalimantan. catatan sejarah mereka ini datang dari Campa (Kamboja)
Dan yang terakhir masuklah budaya barat lewat misi Salib.... dan ini paling dahsyat melindas semua budaya budaya yang ada. Semua bisa masuk disini.. Dia bisa berdiri sendiri dan bisa juga dicampur dengan budaya lokal yang ada. Dan inilah budaya yang paling exis di dunia... boleh dijiplak dan dihak-patenkan oleh siapapun yang berminat.
Dulu dalam nyanyian Islam tidak ada acapela sekarang sudah masuk acapela, choir jadi koor, piano dan organ yg diharamkan sebagian orang sudah makin diterima. angklung dan dan alat musik lainnya makin hilang pamornya. padahal di negri budaya barat ini alat-alat tersebut menjadi kreasi budaya yang unik. dan selalu mendapat aplaus dari penontonnya. bahkan mereka mendirikan sekolah musik dan budaya untuk budaya-budaya lokal ini. Luar biasa mereka ini.
JADI ADA APA DENGAN KITA, yg sering ribut-ribut....?
 Bang aku copy ya pandangan abang ini, sangat menyejukkan moga moga semua anak bangsa ini punya pandangan luas, wawasan luas seperti abang ini terimkasih bang... |
 | yg dijelasin puanjangggggggg ma bung tigor tuh 'akulturasi' yg bikin budaya 'mirip'
tapi tetep..........bukan penjelasan budaya yg 'sama persis'. yg ambil 'sama persis' ya itu tetep 'pencontek'.
'contekan' vs 'akulturasi' hihihihihihi ^o^ V |
 | Tulisan Tigor tersebut telah menunjukan ada usaha memasukan budaya oleh orang asing ke budaya setempat. Nah sekarang ada gak sekumpulan masyarakat orang ponorogo yang memasukan reog ke daerah Batu Pahat, Johor dan di negeri Selangor selama berabad-abad ini?
Kalo gak ada maka itu jelas pencurian, namun jika ada maka itu adalah akulturasi.
NB: Jujur untuk mendapatkan kebenaran atau nafsu untuk meraih pembenaran. Yang mana kah kita-kita disini?
|
 | Setahu ku sering main ke M'sia memang banyak tu sodara kita memainkan budaya leluhur kita disana sudah bertahun tahun ago man sehingga sudah menjadi budaya juga disana man, ya macam barongsai sekarang lah ramai di indonesia gito sudah jadi budaya kita juga hehehe, man peace ah ngapain juga perang entar kena peluru nyasar baru nangis hik hik hik maklum man anak kecil bicara... |
 | Yang Bicara perang saat ini adalah orang yang berpikir pendek!
Selalu ada mukadimah untuk memulai perang atau terkadang disebut Diplomasi, Jalur hukum, embargo. |
 | hei hei hei kan orang-orang di Indonesia ga ada yg bilang Barongsai dari Indonesia ? tetep juga tuh, Barongsai entah itu main di Solo, di Jogja or di Jakarta pun orang nyebutnya Barongsai Cina
***bukan Barongsai Solo Indonesia :D |
 | yang maksud lo itu kerennya akulturasi brox |
 | itu kan sekarang, apa kamu hadir nanti setelah ratusan tahun bisa jadi kan barongsai itu terjadi akulturasi di Indonesia tergantung di masa mendatangnya bukan saat ini brox namanya juga barang baru di Indonesia kan seneng bertambah variasi budaya hehehe brox... |
 | Barongsai Cina (Bukan barongsai aja karena itu generik) sudah hadir di Indonesia sudah sejak lamanya di Bumi Indonesia (Jadi bukan barang baru). Kalaupun menambah variasi budaya Indonesia itupun sudah mengalami proses akulturasi yang panjang dan coraknya akan bertemu dengan budaya lain di Indonesia (Karena Indonesia bukan Melayu saja tapi ada ratusan etnis budaya). Contoh Pakaian pengantin wanita betawi, adalah pakaian pengantin wanita Cina yang mengalami akulturasi dengan budaya setempat. |
Comment deleted at the request of the author.
 | Memangnya ada barongsai india, maksud ku baru kan itu dirame ramekan baru beberapa tahun ini dari dulu sudah ada barongsai juga aku tahu ih profesor amat sih dikau ini siamat aja gak profeesor tuh.. |
 | Artinya saudara kita yang telah tinggal bertahun tahun di M'sia telah berhasil diakui oleh m'sia menjadi bahagian bangsa mereka juga seperti bangsa China dan India. dan tidak ada yang ditaklukkan atau menaklukkan semua proses alamiah gitu deh prof... |
 | Ya ile emang ade barongsai Indie... |
 | Heran ya kamu menganggap orang lain kagak nalar dgn logik kamu itu ya prof..ya deh kamu tuh semua ambil apapun pridekat yang you mau puas kembali ke laptop. |
 | kipaz wrote on Nov 7, '07 gini aje men, yang mandang budaya kita diakulturasi tapi sebenernya pengangkutan budaya oleh simaling, peng-embargoan buat malingsia ato yang jelas ngejargon mo ngeganyang itu satu bentuk kepedulian kita sama budaya kita yg jelas dimaling men..itu satu bentuk persetujuan dalam kata "ganyang" .
Kata ganyang jangan dilihat beneran ngeganyang donk, mang kita sumanto?! tapi satu bentuk kita gak rela diinjak2, diperlakukan seenaknya, dianggap bodo..masa lo diem aje? kalo gw liat jelas ada yg gak setuju dgn kekerasan tapi tetep punya prinsip ato bentuk ketidak setujuan dgn sikap malingsiah..
lha kalo yg pro 100% bilang kebudayaan qita2 juga kebudayaan malingsiah?? tigorpanggabeankah?..tukeran aje men warga negara lo kalo lo kecewa berat sama indonesia, dgn warga negara malingsiah..banyak soalnya malingsiah yg juga mau jadi WNI..secara ngiri berat knapa ni negara kaya budaya..IoI |
 | kipaz wrote on Nov 7, '07 (Gak usah melakukan 'pembunuhan karakter' donk. Kalo mau berdiskusi dengan jujur untuk kebenaran tak perlu tuduhan ini.)  setuju meen..
secara gw udah nemu di grup ini 1 makhluk yg kacau banget kalo udah kagak bisa diskusi langsung nyerang pribadi gila2an..tapi untung threatnya dia apuz sendiri..soalnya kalo enggak harga dirinya terluka..kakakakakaak
tapi baguzlah..qita2 kan jadi makin belajar dlm berdiskusi..*gubrax |
 | “Silahkan Anda mengikuti langkah saya masuk ke website Kementerian Kebudayaan, Kesenian, & Warisan Malaysia : http://www.heritage.gov.my/ >> Kesenian >> Tarian >> Tarian Tradisional Melayu >> Tarian Barongan (option ke lima dari atas)” Setelah saya baca dengan teliti website malaysia tersebut ini yang saya dapatkan; - Pengenalan Warisan http://www.heritage.gov.my/kekkwa/index.php?bahan=viewbudaya.php?id=71Warisan adalah berkaitan dengan sesuatu yang diterima secara turun - temurun oleh seseorang dan sesuatu kelompok masyarakat daripada generasi yang terdahulu. Ianya menggambarkan memori kepada keseluruhan kehidupan sesuatu bangsa yang melambangkan ketamadunannya. Pengiktirafan Warisan Di Peringkat Antarabangsa Senarai Pengiktirafan UNESCO : 1. World Heritage List (Senarai Warisan Dunia) • Taman Negara Kinabalu ( Disenaraikan dalam tahun 2002) • Taman Negara Gua Mulu (Disenaraikan dalam tahun 2002) • Pusat Bandar Lama Melaka dan George Town (Tentative List) • Betung Kerihun National Park, Kalimatan Barat & Lanjak Entimau Wildlife Sactuary & Batai Ai, Sarawak.(Tentative List) • Taman Negara Pahang-Terengganu-Kelantan (Tentative List) • Gua Niah, Sarawak (Tentative List) 2. Proclamation of Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity • Makyung (Tentative List) [[[[[[[[ BACA DEH..... IQRO.... IQRO.... IQRO....... ]]]]]]]] jangan langsung mangap http://www.heritage.gov.my/kekkwa/index.php?bahan=viewbudaya.php?id=458- Tarian Tradisional Melayu: Tarian Asli Tarian Asyik Tarian Ayam Didik Tarian Balai Tarian Barongan Tarian Calok (Sumpah-Sumpah) Tarian Ceracap Inai Tarian Cik Siti Wau Bulan Tarian Cinta Sayang Tarian Dabus Tarian Gayong Otar Tarian Hadrah Tarian Hala Tarian Ikan Tarian Inang Tarian Jala Ikan Tarian Joget Tarian Kuda Kepang Tarian Labi-Labi Tarian Lagu Anak Indung Tarian Lesung Indik Beras Bertampi Tarian Lilin Tarian Mak Inang Tarian Masri Kercing Tarian Pelanduk Tarian Piring Tarian Randai Tarian Saba Tarian Sarah Tarian Sewang Tarian Siti Payung Tarian Tempurung Tarian Upih Tarian Zapin Tarian Zapin Arab Tarian Zapin Johor Tarian Zapin Lenga Tarian Zapin Pekan Tarian Zapin Tenglu Ini semua benar tarian melayu. Debus, piring, zapin (japlin di betawi), Tempurung, lilin, joget.... dllnya Semua ada di Indonesia. Apa yang salah dengan hanya mencantumkan MALAYSIA dihiasannya... Tolong dibaca disclaimernya, kalau enggak ngerti tanya saya:  Kalau baca ayat sebaiknya jangan sepotong-sepotong. Maaf saya kurang pandai berdiskusi.... ;) |
 | Jadi Mereka benar-baner menganggap itu warisan turun temurun? karena jelas mereka sebut warisan Malaysia. En disclaimer itu menyatakan tidak bertanggung jawab atas tulisan mereka di situs mereka? Egois sekali kesannya.
NB: Ini pendapat saya kalo yang lain gimana? |
 | kipaz wrote on Nov 7, '07 wakakaaks..jelazin dunk jang lo tuch mau bilang apa? qita2 juga dah liat dari bulan lalu..kasiy link aja napa kalo lo mau infoin/promosiin website simaling..heran |
 | apa dengan tulisan tersebut jadinya menghalalkan mengambil sesuatu hal tanpa izin dari yg punya terlebih dulu ? |
 | kipaz wrote on Nov 7, '07 Jadi Mereka benar-baner menganggap itu warisan turun temurun? karena jelas mereka sebut warisan Malaysia. En disclaimer itu menyatakan tidak bertanggung jawab atas tulisan mereka di situs mereka? Egois sekali kesannya.
NB: Ini pendapat saya kalo yang lain gimana?  ember..ego dan arogan selangitt..tidak bisa bertanggung jawab karna gak jelaz bener apa enggak warisan malingsia.. |
 | maling mana ada yg ngaku salah sie T_T. tuh tulisan buat ngeles aja..........kalo ketauan baru buat senjata 'pura-pura salah nulis atao apa kek'
***geleng-geleng mode on |
 | kipaz wrote on Nov 7, '07 si ujang nyari celah mulu niyy buat promosi malingsia..gw harap lo bukan malingsia jang yang punya motif gabung diforum qita2..*thinks |
 | Ujang.... saya sudah kesana kok... |
 | ayo saya hanya layanin anda semua sampai jam 6:00 saja... siapa yg benar-benar mau diskusi... saya tangtang, karena saya ini masih bodoh.... |
 | kipaz wrote on Nov 7, '07 Tul mas safrizal..saya juga masiyy sama.. malingsia gak bisa bertanggungjawab karna gak punya bukti jelas itu warisan darimana?..ya darimana kalo bukan bole mgerampoxx!!
jang, bener kata mbak angie, jangan bikin polemik..penjelasan?? gw harap lo ngerti arti disclaimer ye jang. |
 | Karena baris pertama mereka menyatakan tulisan di halaman tersebut adalah tulisan asli mereka (dari copyright) namun baris kedua mereka gak mau bertanggung jawab atas hasil tulisan mereka. Makanya saya anggap itu cukup egois kesannya, namun itu memang relatif sih mungkin yang lain berpikir lain. Eh iya Ujang maksudnya ada apa dengan disclaimer tersebut? |
 | makanya gue bilang gue masih bodo.. tolong ente jelasin aje... Kita balik ke judul diskusinya janga mengalihkan ke hal lain bung... """"Reog Ponorogo INDONESIA vs Tarian Barongan Malaysia ... Siapa Bangsa Pencontek Budaya ?""" dan lihat komentar-komentar yg miring semua ada yg benar enggak... |
 | lagi-lagi : ????????????????? |
Comment deleted at the request of the author.
 | kipaz wrote on Nov 7, '07 kalo gitu tulisan ini "yg gak ngerti tanya saya" diapuz aje doodol!!
gak ngerti tanya saya..tapi lo juga gak ngerti..gimane siyy..??! abizin waktu aje luh! |
 | kalo gitu tulisan ini "yg gak ngerti tanya saya" diapuz aje doodol!!
gak ngerti tanya saya..tapi lo juga gak ngerti..gimane siyy..??! abizin waktu aje luh!  NAZI GUE BALES MULUT COMBERAN, tapi terpaksa saya jawab.... Semoga terhidar saya dari ajab mahluk yg menajiskan ini.. tukang sepong yah... atau lesbian kali... KOK mengaku perempuan tapi tidak keinbuan... Postingan luh nih.... hannya bisa yg gini doang  |
 | lho lho lho kok jadi saling jelekin member diskusi ?
BTT dong........... |
 | kipaz wrote on Nov 7, '07 wakakakaak..so what getoo lo jang..tuh iklan kondom dicopiin juga donk.. dan jangan sala men..ada sumbernye tuuch..kompas..so kompas nazis duunk.. bedain dunk informasi ama pornografi..
nah eluu teriak2 anti porno ngomongnye joroxx benerr..ngatain kumpul kebo, trisome, nungging dari belakang,,panxx, anxx..kaciaan..kebingungan sendiri ama kepribadian..untung trheat lo apuz sendiri..MALU LOHH HARGA DIRI MENGHILANG.kakakakaak..kalo gw orang bisa liat men..demokrasi kebebasan berekspresi..*ngerti kaga ye si ujang ama yg gw tuliz.. |
 | kipaz wrote on Nov 7, '07, edited on Nov 7, '07 lho lho lho kok jadi saling jelekin member diskusi ?
BTT dong...........  selamat mengenal ujang..ketika koar2 untuk berdiskusi tapi gak bisa diskusi..buntutnya nyari celah, copy page..udah trademark si TOLOL yg SOK TEUU wakakakaakak..that dont scared me at all jang tolol!! |
 | kipaz wrote on Nov 7, '07 atu lage niyy jang, kalo gak kuat diskusi, jangan cari kelompok diskusi..bikin grup ndiri : "gw buntu berdiskusi, gw copy page lu" admin : ujangtamara
kakakakkaaaaak.. |
 | mantab heheheheh jadi panjaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaangggggg |
 | namanya juga diskusi bro. kalo 5 menit selesai ga ada tanggapan, berarti diskusinya gagal total :D |
 | atu lage niyy jang, kalo gak kuat diskusi, jangan cari kelompok diskusi..bikin grup ndiri : "gw buntu berdiskusi, gw copy page lu" admin : ujangtamara
kakakakkaaaaak..  |
 | Kerajaan hindu mataram awalnya bernama Kalinga, Kerajaan ini merupakan pelarian dari Raja-raja Kalinga di India selata. sebagian menyebar ke asia tenggara karena dikalahakan oleh Raja Asoka yg beragama Budha... (not0n tuh videonya keren). Sebagian mereka mendarat di Filipina...dan beberapa tempat lainnya. sampai sekarang masih ada tanah Kalinga di P. Luzon. dan tutunan di Jawa sering disebut orang Keling.... karena warnanya hitam..
Jadi kalau lihat orang jawa yg agak hitam, mereka ini turunan dari India... dari India mereka bawa kebudayaan mereka termasuk wayang, dan juga tehnik bangunan dan alat-alat budaya lainnya...
Kenapa mereka menyebar dibeberapa tempat, tidak langsung ke Jawa semua, karena dulu belum ada pesawat Garuda yg terbang kesana. Karena perahu dahulu masih kecil-kecil, jadi selama perjalanan mencari tanah baru mereka terpisah-pisah.
Itu sebabnya beberapa kebudayaan ada kemiripan... walaupu memang ada juga kebudayaan yg dikembangkan kemudian, walaupun sebenarnya mereka sudah memiliki juga sebelumnya dengan nama yg berbeda.. karena memang asal mereka sama-sama satu moyang.
Budaya jawa banyak datang juga dari Cina, konon nenek moyang kita datang dari Yunan di cina selatan. Kalau lihat peta sebelum nyampe indonesia (Sunda Besa dan Sunda Kecil), nenek kita tuh berak dulu di malaysia.. karena sakit perut terlalu lama perjalanannya... waktu berangkat ada yang ketinggalan beberapaa di Malaysia, karena mencretnya parah banget.... Katanya mereka akan nyusul, tapi karena keasikan nongkrong.. akhirnya mereka malas berlayar takut mabuk laut. Jadi menetaplah mereka disana dengan segala peralatan yg mereka bawa... (dulu belum ada batik, angklung, barong, dllnya) [sekedar ilustrasi biar mudah dicerna]
Selain dari Arab penyebaran agama Islam juga datang dari Cina, ini tidak lepas dari orang sunda turunan Arab, Syarif Hidayat Tulah, yang memperistri putri Cina... dan juga peran beberapa wali yang berasal dari Cina... baca sejarah Walisongo.. perkawinan dengan putri Campa (Kamboja)--- cek lagi deh, gue buka sejarawan..
Nah lewat para ahok-ahok pengikutnya ini kebudayaan Cina ikut diperkenalkan dan memang terjadi akulturasi budaya. Dikawinkan tuh budaya-budaya itu, dan lahir lah beberapa budaya yang baru dan mirip dengan budaya didaerah lainnya.
Jauh sebelum Islam masuk di nusantara, agama Hindu berkembang dengan pesatnya di Malay Archipelago ini.... dan Hindu di kepulauan ini berbeda dengan apa yg ada di India.. Hal tersebut di tuangkan dalam tulisan Tagore (bukan Tigor) pujangga India saat berkunjung ke asia tenggara :"aku melihat candi dimana-mana, tapi mereka bukan Hindu India, mereka berbeda dengan kita". == baca Lonly Planet Indonesia. Jadi dapat dilihat kalau budaya Hindu tersebut sudah berkembang dengan alam budaya setempat.
Nah waktu islam masuk, terjadi lagi creativitas budaya... dari wayang kulit dibuat wayang golek... Siar islam dilakukan dengan pendekatan budaya bukan dengan pedang atau perang salib... dibuatlah tari-tarian juga. Kalau nonton karcisnya cukup kalimat sahadat, dan approach ini sukses besar... hingga Majapahit (simbol kerajaan Hindu terbesar saat itu) dapat di hancurkan... larilah mereka ke Bali dan Tengger (untuk masih Indonesia).
Kenapa sampai budaya ke Malaysia.... wah cari saja dehhh... ada kerjaaan Malaka, Johor, Sriwijaya... yang ada tali perkawinan juga dengan Majapahit. disana juga sama dengan Jawa ada hidup beberapa wangsa.
Belum lagi kerajaan Hindu yg paling tua di asia tenggara, Kutai Martadipura, abad ke-4 jauh sebelum Kalinga tiba.. dia sudah mendirikan kerajaan di Kalimantan. catatan sejarah mereka ini datang dari Campa (Kamboja)
Dan yang terakhir masuklah budaya barat lewat misi Salib.... dan ini paling dahsyat melindas semua budaya budaya yang ada. Semua bisa masuk disini.. Dia bisa berdiri sendiri dan bisa juga dicampur dengan budaya lokal yang ada. Dan inilah budaya yang paling exis di dunia... boleh dijiplak dan dihak-patenkan oleh siapapun yang berminat.
Dulu dalam nyanyian Islam tidak ada acapela sekarang sudah masuk acapela, choir jadi koor, piano dan organ yg diharamkan sebagian orang sudah makin diterima. angklung dan dan alat musik lainnya makin hilang pamornya. padahal di negri budaya barat ini alat-alat tersebut menjadi kreasi budaya yang unik. dan selalu mendapat aplaus dari penontonnya. bahkan mereka mendirikan sekolah musik dan budaya untuk budaya-budaya lokal ini. Luar biasa mereka ini.
JADI ADA APA DENGAN KITA, yg sering ribut-ribut....?
 yang kayak gini baru namanya edukatif hayo semua yang nasionalis tulis kayak pak tigor jangan cuman bisa tulis "ganyang malaysia" |
Comment deleted at the request of the author.
 | yup brother n sistah, MERDEKAAA... dah merdeka blm ya.. kira2 diskus ini diliat pemerintah ga ya..
yup yang dilakuin mereka mkn salah... tp coba kita liat kedalam lg kenapa bisa jadi seperti itu.. coba donk di per baikin...
kayak nya gak perlu deh mencaci maki gitu...
tapi bakarrrrrrrrrrrr aj...... biar rame bantai... hahahaha *lawan kekerasan tanpa kekerasan* |
 | kesenian reog itu bukannya di contek....mungkin beberapa tahun yg lalu ada orang ponorogo yg tinggal disana dan mengenalkan kesenian reog , atau ada pelajar dari malaysia yg menimba ilmu dan kesenian reog di ponorogo . menurut sumber yg bisa dipercaya sejak th 1980 banyak santri santri dari malaysia yg menperdalam ilmu agama mereka di pondok pondok pesantren di wilayah ponorogo khususnya dan jawa timur pada umumnya, dan itu tidak cuma 1 atau 2 tahun mereka tinggal disana mungkin ada yg sampai 10 th atau lebih dan otomatis mereka terbawa oleh tradisi setempat. |
Comment deleted at the request of the author.
 | kipaz wrote on Nov 8, '07 bukan gak kuat neng cuman malas ladening orang yang maniak nasionalis lagian sori jujur nih saya nasionalis tapi gak mau membabi buta gitu sntai aja bro toh hidup kita gini2 aja apa dengan anda menghujat malaysia bisa membuat negara ini sejahtera apa hidup kamu bisa berupah atau apa kamu nanti bisa di angkat jadikan menteri nasionalis indonesia  sori niy meen..gw bukannya maniak bukan juga membabi buta ini bentuk semangat gw yang mungkin gak ada di org seperti elo
kalo hidup lo gitu2 aja, itu problem lo sendiri men gw kagak pernah ngaitin masalah nasional sama kehidupan pribadi gw ringkas dan realistis ajee..gak perlu dideritain
gw gak perlu mikir apa yg negara kasi buat gw..tapi apa yg bisa gw kasi buat negara gw gw generasi indonesia baru men..bukan generasi hopeless model lo orang
hidup banyak pilihan men..pilih aje yg lo suka..kakakaakaaa
|
 | kesenian reog itu bukannya di contek....mungkin beberapa tahun yg lalu ada orang ponorogo yg tinggal disana dan mengenalkan kesenian reog , atau ada pelajar dari malaysia yg menimba ilmu dan kesenian reog di ponorogo . menurut sumber yg bisa dipercaya sejak th 1980 banyak santri santri dari malaysia yg menperdalam ilmu agama mereka di pondok pondok pesantren di wilayah ponorogo khususnya dan jawa timur pada umumnya, dan itu tidak cuma 1 atau 2 tahun mereka tinggal disana mungkin ada yg sampai 10 th atau lebih dan otomatis mereka terbawa oleh tradisi setempat.  diskusinya tak terusin ya bro :)
benar, di Ponorogo ada pondok pesantren yg namanya Pondok Modern Gontor. siswanya banyak yg dari negara tetangga diantaranya Malaysia, Singapura, Arab, bahkan ada yang Cina.
saya ga seberapa tau berapa lama mereka bisa menetap di kota Ponorogo, tapi yg jelas rata-rata lebih dari 3 tahun. jika mereka membawa kebudayaan Reog Ponorogo ke Malaysia sekembali dari Ponorogo itu juga wajar. yg tidak wajar bagi saya tetap, jika budaya itu menjadi sama persis dengan aslinya sementara itu nama dan nama negara aslinya dihilangkan.
waktu saya sekolah : jika isi ulangan esai saya dengan teman sebangku saya sama itu dibilang mencontek. apalagi ini budaya ? saksi budayanya udah banyak. masyarakat Ponorogo dan juga seluruh warga Jawa Timur itu jutaan orang. kalo tiba-tiba ada budaya yg udah berabad2 dikenali masyarakat Ponorogo tiba2 nongol ada di website kementerian Malaysia, sebagai orang yg mengenalnya apakah anda tidak dengan segera berasumsi bahwa Malaysia mengambil budaya kota anda dengan sepihak tanpa izin ? apalagi andi bilang para santri berdatangan ke Ponorogo mulai tahun 1980.
satu tahun dari 1980 saya lahir di kota Ponorogo. dan Reog itu udah ada jauhhhhhh lebih dulu dari saya. nah loe ? jika demikian, apakah tuduhan kepada Malaysia yg mengambil budaya Reog tanpa izin itu menjadi tuduhan yg membabi buta ?
di Malaysia Barongsai Cina tetap mempunyai nama itu. mereka tidak menggantinya menjadi kebudayaan lain. tetapi kenapa mereka melakukan hal tersebut kepada budaya Indonesia ? apa Malaysia emang sentimen ma Indonesia ya ? hehehe ^o^
|
 | diskusinya tak terusin ya bro :)
benar, di Ponorogo ada pondok pesantren yg namanya Pondok Modern Gontor. siswanya banyak yg dari negara tetangga diantaranya Malaysia, Singapura, Arab, bahkan ada yang Cina.
saya ga seberapa tau berapa lama mereka bisa menetap di kota Ponorogo, tapi yg jelas rata-rata lebih dari 3 tahun. jika mereka membawa kebudayaan Reog Ponorogo ke Malaysia sekembali dari Ponorogo itu juga wajar. yg tidak wajar bagi saya tetap, jika budaya itu menjadi sama persis dengan aslinya sementara itu nama dan nama negara aslinya dihilangkan.
waktu saya sekolah : jika isi ulangan esai saya dengan teman sebangku saya sama itu dibilang mencontek. apalagi ini budaya ? saksi budayanya udah banyak. masyarakat Ponorogo dan juga seluruh warga Jawa Timur itu jutaan orang. kalo tiba-tiba ada budaya yg udah berabad2 dikenali masyarakat Ponorogo tiba2 nongol ada di website kementerian Malaysia, sebagai orang yg mengenalnya apakah anda tidak dengan segera berasumsi bahwa Malaysia mengambil budaya kota anda dengan sepihak tanpa izin ? apalagi andi bilang para santri berdatangan ke Ponorogo mulai tahun 1980.
satu tahun dari 1980 saya lahir di kota Ponorogo. dan Reog itu udah ada jauhhhhhh lebih dulu dari saya. nah loe ? jika demikian, apakah tuduhan kepada Malaysia yg mengambil budaya Reog tanpa izin itu menjadi tuduhan yg membabi buta ?
di Malaysia Barongsai Cina tetap mempunyai nama itu. mereka tidak menggantinya menjadi kebudayaan lain. tetapi kenapa mereka melakukan hal tersebut kepada budaya Indonesia ? apa Malaysia emang sentimen ma Indonesia ya ? hehehe ^o^  iya.. lg an kalo emang bener mereka punya sendiri n sejarah tarian itu berbeda kenapa semua mesti seruapa dari atributnya dll.. mkn dari musik n tarianya jg sama (mungkin karna gw liat live nya hehe..) lagian mereka gak jelas kapan tarian itu di ciptakan cuma berdasarkan kisah2 jaman Nabi
>Barongan menggambarkan kisah-kisah di zaman Nabi Allah Sulaiman dengan binatang-binatang yang boleh bercakap. Kononnya, seekor harimau telah terlihat seekor burung merak yang sedang mengembangkan ekornya. Apabila terpandang harimau, merak pun melompat di atas kepala harimau dan keduanya terus menari. Tiba-tiba Pamong (Juru Iring) bernama Garong yang mengiringi Puteri Raja yang sedang menunggang kuda lalu di kawasan itu. Pamong lalu turun dari kudanya dan menari bersama-sama binatang tadi. Tarian ini terus diamalkan dan boleh dilihat di daerah Batu Pahat, Johor dan di negeri Selangor.
keterangan yang lebih spesifik ga ada.. lg an pengelompokan mereka masuk ke tarian tradisional melayu.. budaya barong/reog gak ada kesan melayu2 nya.. dari kostum juga beda..mkn kalo di ujung nya di cantumin "diciptain di tanah jawa terus diamalkan dan boleh diliat....... masih bisa diterima
saya orang melayu dr kal-bar sedikit ngerti dengan kebudayaan melayu.. hehehe.. bener ga... |
 | kipaz wrote on Nov 8, '07 bisa juga ngerasain perasaan mbak angie yg asli jawa timur dan tau bener budayanya..apalagi liat itu budaya diwebsite budayanya malingsia aqu keturunan cina, pasti berat juga kalo barongsai jadi barongsai india ato jawa.. tapi untungnya kita indonesia gak pernah bilang barongsai jawa ato barongsai bandung..tetep kita gak tipu2 sejarah.. |
 | kipaz wrote on Nov 8, '07 |
 | (sambil garuk2 dagu)....klo emang bener kesenian reog ponorogo di contek sama malaysia terus apa tindakan pemerintah kita ?? |
 | Pemerintah kita itu saat ini sangat hati-hati dalam bertindak..... en itu sangat...sangat disayangkan sekali! Malah G salut dengan Masyarakat Maluku yang langsung inisiatif mencari bukti tanpa nunggu aba-aba pemerintah.... |
 | iya mas...respon Pemerintah kita disayangkan lambat. website kementerian Malaysia copyright-nya tahun 2005. ini udah tahun 2007. berarti 2 tahun sudah tulisan soal Reog nongol disana (dan saya baru juga tau beberapa minggu yg lalu).
|
 | wah..ini kalo persatuan reog tau bisa ngamuk2 nih..kebetulan orang tua saya aktif di perkumpulan jawa timur...ponorogo termasuk dalamnya dan ada 81 perkumpulan reog di jakarta sendiri. Doain kawan2 mudah2an bisa di perjuangkan |
 | kita lagi hubungin ketua reog-nya...kebetulan belom di angkat. Tks for those bringing this discussion up. |
 | ok, ditunggu kabar selanjutnya ya :) |
 | Keren juga nih arek-arek Jawa Timur..... |
 | bantuin doa dan juga usaha nyebari kebenaran berita dong mas  . kite ga mo kalah ma warga Maluku wkwkwk |
 | kebyar wrote on Nov 21, '07, edited on Nov 21, '07 |
 | wow.. ayo.. semangat semangat...
|
 | ibrm wrote on Nov 22, '07, edited on Nov 22, '07 AWARE spt ini udh tercium ama PJM, bung2 skalian. |
 | @ ujang... peringatan yg maling itu buat orang yg ngedownload webnya, kl ada virus atau apa gitu dia ga bertanggung jawab... bukan pada containnya... memberi hiasan maling pada setiap budaya... ya jelas itu pengakuan kl itu adalah original dari mereka... Tarian Inang asli malingsia uhuuuk uhuuuuk |
 | STOP saja penjualan ke Malaysia.. Saya sangat menunggu berita selanjutnya... |
 | Kita hanya bisa meratapi setelah semuanya diambil malaysia, padahal sebelumnya kita tidak pernah bangga dengan budaya kita, malah selalu mengagung-agungkan budaya luar. Kalau sudah begeni baru terasa saktinya dicuri, ternyata budaya kita banyak peminatnya diluar, kita memang geram dan muak dengan sikap malaysia, yang dengan seenak nya mengaku dan mengambil budaya kita secara sepihak. Sudah saatnya pemerintah bersikap tegas terhadap pemerintah malaysia, AYO TUNJUKKAN HARGA DIRI BANGSA KITA PAK SBY Jangan memble, kita siap membantu
|
 | akhirnyaaaa....kasus malaysia ini jadi membangkitkan rasa nasionalisme dan rasa bangga pada budaya negeri sendiri, padahal sebelumnya kaum muda kan seolah gak peduli ama budaya Indonesia ;)) |
 | sesuai janji, alhamdulillah sudah ada perkembangan yg baik ya kawan2. Sudah gempar kemaren liat di beberapa stasiun telivisi sudah di angkat.Sekedar info, besok kalo tidak ada halangan mau ada kunjungan ke dubes Malaysia...thanks again for those bringing this issue...kita harus perjuangkan budaya kita... |
 | KAMPAK YG HILANG..................... Seorang pria kehilangan kampaknja. Dia rnencurgai bahwa kampak tersebut dicuri oleh anak tetangganya, maka dia selalu mengamati si anak dengan cermat setiap hari. Anak itu berjalan seperti pencuri, kelihatan seperti pencuri, dan bicara seperti layaknya pencuri.
Beberapa hari kemudian, orang itu menemukan kapaknya ketika dia sedang menebang pohon di hutan.
Keesokan harinya ketika dia rnelihat anak itu; anak itu berbicara, berjalan dan berpenampilan seperti anak yang Iain, dia tidak kelihatan seperti pencuri lagi.
Kadang kita bertindak seperti pria yang kehilangan kampaknya?
|
 | Laporan itu dah disambut ama Duta Besar Malingsia untuk Indonesia Datuk Abdul Azis Harun ... dia bilang kalo Indonesia masih ngeributin soal Reog dan Rasa Sayange maka Bahasa Indonesia bakal dipatenin maksudnya Bahasa Indonesia bakal jadi Bahasa Melayu dengan kata laen bahasanya Malingsia... lucu ni negara dulu bahasa melayu diganti jadi bahasa Malingsia sekarang mereka mau balik lagi ke bahasa melayu... melayu bahasa mereka kayak apa?? bukan mereka kenal sekarang bahasa Rojak... lucunya sekarang mau ngeklaim Bahasa Indonesia adalah bahasa Melayu dan bahasa mereka... jd ntar orang Indonesia yang sudah makai bahasa Indonesia sejak 1928 harus bayar royalti ke Malingsia gitu.... pening pening lah pala... mbok cari duit yg halal pak cik...
sedih ngedengernya... gue mikir kedepannya, kenapa ni bangsa menabur benih kebencian di hati rakyat Indonesia atas rakyatnya sendiri, segala media massa Indonesia yang disalahin nah Pejabat mereka ngablak kl ngomong ga dipikir, berani ngancam apa ga gila...... sekalipun sebut Melayu emang pusatnya Melayu ada di malingsia apa... Susah banget ni jadi negara nyomotin budaya orang... mending apply jadi propinsi baru Indonesia aza biar ga ribet2 dah.... |
 | mantap ya demonya...kabar berita pemerintah RI juga kirim surat tuh ke Malaysia..thank you guys |
 | hahaha kalo bahasa Indonesia diaku ............. hahahaha bayanginnya ampek ketawa neh hahahahaha |
 | yuppss....begitulah faktanya, kalau negara yang ga punya KEBUDAYAAN, liat aja, kebudayaan mereka(MALINGSIA) ga da yg bisa dibanggakan, ga punya JATIDIRI, kerjaannya selalu ngaku-ngaku. NGGA KREATIF, ga' punya hasil karya yg bisa dibanggakan, males mikir atau lemot, jadi mau ngga mau ambil kebudayaan negara Indonesia. Sy sedih juga melihat negara yg ngaku2 serumpun tapi, kreatifitas nya ga' serumpun, Indonesia yg kaya akan kebudayaan (kreatifitas orang2 indonesia patut diacungi jempol). Tapi Malingsia, ga punya kreatifitas/hasil karya yg bisa dibanggakan.kacian dech... cuma satu kebudayaan Malingsia yg sy tau... PEMERKOSA....... |
 | sebenernya seh nama negara nya MALING SIA bukan MALAYSIA....gw disana kok skarang...=)) banyak sih tiruan mereka dari negara kita tercinta....tapi mungkin dinegara kita gak begitu bisa di komersilin ama pemerintah nya...malah tetangga sebelah yang berupaya untuk membudidayakan budaya yang bukan aslinya budaya mereka......walaupun serumpun tapi jangan curi donk....kan istilahnya rumah kita beda dengan rumah tetangga walau satu perumahan....=))
|
 | Reog Ponorogo Indonesia Tarian Barongan Malaysia
Apa bedanya coba ? Siapa yang 'mencontek' siapa neh ?***
Seorang teman membuat saya tersentak hari ini, "Njie, budaya kotamu diambil Malaysia."
Kalimat diatas membuat saya langsung berfikir keras ? "Budaya kotaku ?" "Iya, Reog Ponorogo itu lho ?"
Kemudian dari link yang diberikan oleh teman saya tersebut, saya mulai menelusuri satu per satu hingga sampai di sebuah bagian yang judulnya Tarian Barongan.
Silahkan Anda mengikuti langkah saya masuk ke website Kementerian Kebudayaan, Kesenian, & Warisan Malaysia : http://www.heritage.gov.my/>> Kesenian >> Tarian >> Tarian Tradisional Melayu >> Tarian Barongan (option ke lima dari atas)
Anda akan disuguhi kata-kata seperti ini :
Barongan menggambarkan kisah-kisah di zaman Nabi Allah Sulaiman dengan binatang-binatang yang boleh bercakap. Kononnya, seekor harimau telah terlihat seekor burung merak yang sedang mengembangkan ekornya. Apabila terpandang harimau, merak pun melompat di atas kepala harimau dan keduanya terus menari. Tiba-tiba Pamong (Juru Iring) bernama Garong yang mengiringi Puteri Raja yang sedang menunggang kuda lalu di kawasan itu. Pamong lalu turun dari kudanya dan menari bersama-sama binatang tadi. Tarian ini terus diamalkan dan boleh dilihat di daerah Batu Pahat, Johor dan di negeri Selangor.
Kontan saya terperanjat ! Dari fotonya saya yakin betul bahwa itu mirip sekali dengan kesenian dari kota kelahiran saya, Ponorogo - Jawa Timur. Saya lahir dan besar di Kota Reog ini. Saya hafal setiap bentuk dari Reog, riwayat dan asal-usul kesenian yang juga menjadi simbol dari Propinsi Jawa Timur ini.
Silahkan kunjungi website kota Ponorogo, dan Anda akan disuguhi tampilan dari Reog yang mirip dengan Tarian Barongan dari Malaysia ini >> http://reog.ponorogo.go.id/
Menurut cerita kelahiran kesenian Reog dimulai pada tahun saka 900. Dilatarbelakangi kisah tentang perjalanan Prabu Kelana Sewandana, Raja Kerajaan Bantarangin yang sedang mencari calon Permaisurinya. Bersama prajurit berkuda, dan patihnya yang setia, Bujangganong. Akhirnya gadis pujaan hatinya telah ditemukan, Dewi Sanggalangit, putri Kediri. Namun sang putri menetapkan syarat agar sang prabu menciptakan sebuah kesenian baru terlebih dahulu sebelum dia menerima cinta sang Raja. Maka dari situlah terciptalah kesenian Reog.
Bentuk Reog pun sebenarnya merupakan sebuah sindiran yang maknanya bahwa sang Raja (kepala harimau) sudah disetir atau sangat dipengaruhi oleh permaisurinya (burung merak).
Biasanya satu group dalam pertunjukan Reog terdiri dari seorang Warok Tua, sejumlah warok muda, pembarong, penari Bujang Ganong, dan Prabu Kelono Suwandono. Jumlahnya berkisar antara 20 hingga 30-an orang, peran sentral berada pada tangan warok dan pembarongnya.
Tulisan Reog sendiri asalnya dari Reyog, yang huruf-hurufnya mewakili sebuah huruf depan kata-kata dalam tembang macapat Pocung yang berbunyi: rasa kidung/ingwang sukma adiluhung/Yang Widhi/olah kridaning Gusti/gelar gulung kersaning Kang Maha Kuasa.
Penggantian Reyog menjadi Reog-yang disebutkan untuk "kepentingan pembangunan"- saat itu sempat menimbulkan polemik. Bupati Ponorogo Markum Singodimejo yang mencetuskan nama Reog (Resik, Endah, Omber, Girang gemirang) tetap mempertahankannya sebagai slogan resmi Kabupaten Ponorogo.
Alur cerita pementasan Reog yaitu warok, kemudian jatilan, Bujangganong, Kelana Sewandana, barulah barongan atau dadak merak di bagian akhir. Ketika salah satu unsur di atas sedang beraksi, unsur lain ikut bergerak atau menari meski tidak menonjol.
Reog modern biasanya dipentaskan dalam beberapa peristiwa seperti pernikahan, khitanan dan hari-hari besar Nasional. Seni Reog Ponorogo terdiri dari beberapa rangkaian 2 sampai 3 tarian pembukaan. Tarian pertama biasanya dibawakan oleh 6-8 pria gagah berani dengan pakaian serba hitam, dengan muka dipoles warna merah. Para penari ini menggambarkan sosok singa yang pemberani. Berikutnya adalah tarian yang dibawakan oleh 6-8 gadis yang menaiki kuda. Pada Reog tradisionil, penari ini biasanya diperankan oleh penari laki-laki yang berpakaian wanita. Tarian ini dinamakan tari jaran kepang, yang harus dibedakan dengan seni tari lain yaitu tari kuda lumping. Tarian pembukaan lainnya jika ada biasanya berupa tarian oleh anak kecil yang membawakan adegan lucu.
Setelah tarian pembukaan selesai, baru ditampilkan adegan inti yang isinya bergantung kondisi dimana seni Reog ditampilkan. Jika berhubungan dengan pernikahan maka yang ditampilkan adalah adegan percintaan. Untuk hajatan khitanan atau sunatan, biasanya cerita pendekar.
Adegan dalam seni Reog biasanya tidak mengikuti skenario yang tersusun rapi. Disini selalu ada interaksi antara pemain dan dalang (biasanya pemimpin rombongan) dan kadang-kadang dengan penonton. Terkadang seorang pemain yang sedang pentas dapat digantikan oleh pemain lain bila pemain tersebut kelelahan. Yang lebih dipentingkan dalam pementasan seni reog adalah memberikan kepuasan kepada penontonnya.
Adegan terakhir adalah singa barong, dimana pelaku memakai topeng berbentuk kepala singa dengan mahkota yang terbuat dari bulu burung merak. Berat topeng ini bisa mencapai 50-60 kg. Topeng yang berat ini dibawa oleh penarinya dengan gigi. Kemampuan untuk membawakan topeng ini selain diperoleh dengan latihan yang berat, juga dipercaya diproleh dengan latihan spiritual seperti puasa dan tapa.
Sumber : berbagai sumber
Sebagai masyarakat Ponorogo asli, jujur saya sedih dengan adanya berita ini. Sepertinya budaya asli Indonesia mulai diangkuti satu per satu oleh Malaysia.
Sejak kasus Sipadan-Ligitan, Ambalat, pemukulan wasit dan penyiksaan TKI kita di Malaysia, Pematenan lagu Rasa sayange, Ilir-ilir, Indung-Indung, Si Jali-jali, batik, wayang, angklung, dll, saya pribadi sangat menyayangkan sikap Pemerintah Malaysia yang seolah-olah arogan terhadap bangsa serumpunnya, yakni Indonesia.
Indonesia ? Kapan Anda sadar akan imperialisme perlahan-lahan seperti ini ?  nah sekarang bagi yang suka demo dan suka menuduh malin budaya, rasakan akibatnya.....ahahahahahhaha |
 | idische wrote on Feb 24, '08, edited on Feb 24, '08 hayo gimana, sekarang........kalian mau kebudayaan yang kalian perebutkan ini akan modyaaaarrrr, bahkan akan mati di kandangnya..... |
 | idische wrote on Feb 24, '08, edited on Feb 24, '08 |
 | ajiek wrote on Feb 24, '08, edited on Feb 24, '08 Ditambah lagi....
- Kayu2 di Kalimantan yg habis "dimakan" mereka (segelintir orang). Bisa berdampak global warming, and tetep,, Indonesia jg bisa kena getahnya.
And sebagai "hadiah" dari mereka, kena deh Bali sasarannya. Siapa otak dari kasus tsb? Yup betuulll,,,Dr Azahari and O iya,, Mariot jg kena sasaran tuw,,,,Noordin Mohd Top. Dari mana siy mereka? Mana lageeeeh... #-o 2 orang itu aja udah bisa bikin kita jd bangsa yg terkenal dengan teroris-nya.
Entah apa mau mereka.
Fuih,,, politiiik,, politik.. #-o.  MAU MEREKA? dg uang ringgitnya, mereka mau membeli KITA ..., hemmm sedihh niihhh ... begitu banyak rakyat miskin di tanah air, jadi payah deh ...., mudah diiming-iming RINGGIT ..., salah siapa, yah? |
 | ajiek wrote on Feb 25, '08, edited on Feb 25, '08 SEGALANyA MEMANG BERPUSAR PADA {DUIT:) ... Pemerintah RI punya alasan klasik, bahwa negara tak berduit buat promosi atau melesarikan warisan budaya tanah air. Jadi, dimanfaatkanlah sama negeri jiran yg mumpung punya duit dan miskin budaya, haiya ...........!! sedang mengenai REOG, orang tahu kalau REOG, yah artinya REOG PONOROGO; kalau tari BARONGAN, kok kayaknya seperti Barongsai ajah, yah? lain ladang lain belalang, kan? Di Jepang ada tari {SHISHIMARU{, sama seperti barongsai, tapi kepala saja, dan di BALI ada juga, tari seperti itu, apa yah namanya ....? itu lho, yg ada kecaknya dan topengnya juga ...? hemm
|
 | "MALINGSIA" the name of "BULLSIT..................T" kenapa sih indonesia slalu di remehkan oleh MALINGSIA?q sendiri g pernah ngerti,pda halnegara kita negara besar pa SEMBOYAN negera kita dah hilang sehingga negara kita di remehkan oleh negara yang penduduknya cman segelintir?d manakah muka indonesia yang sebenarnya???? |
| |